Mengolah Sampah Rumah Tangga ala Ibu Rumah Tangga

mengolah limbah rumah tangga

Zaman sekarang sebagai ibu rumah tangga harus pandai – pandai mengolah sampah rumah tangga. Kenapa? Jelas, zaman semakin maju, lahan untuk mengelola pembuangan juga semakin sempit. Alhasil kalau sampah rumah tangga tidak dikelola dengan baik, bisa sangat mencemari lingkungan.

Sebagai ibu rumah tangga yang setiap harinya ya ketemu plastik kantong belanja, lalu ketika mencuci juga menghasilkan limbah air cucian, belum lagi bekas minyak gorengan. Nah, peran ibu rumah tangga di sini sangat besar lho. Bukan meniadakan limbah rumah tangga sama sekali ya, namun meminimalisir saja sudah cukup membantu kelestarian lingkungan alam kita. Soalnya untuk meniadakan sama sekali hampir bisa dibilang “impossible”. Ya coba, kita sudah berusaha mati – matian untuk tidak memakai kantong plastik, tapi pabrik plastik pun masih beroperasi, perusahaan – perusahaan masih juga mengemas produknya dengan plastik juga. So? Hampir impossible kalau kita meniadakan limbah rumah tangga itu sendirian. Harus ada kesadaran bersama untuk saling meminimalisirnya.

tips mengolah sampah
Nah, apa sih peran yang bisa kita ambil supaya kita juga bisa mengelola masalah sampah rumah tangga ini? Mungkin beberapa contoh berikut bisa kita lakukan secara konsisten di rumah.

1. Meminimalisir penggunaan kantong plastik. Terutama dalam hal belanja harian. Kita bisa mengantisipasi dengan menggunakan tas belanjaan yang lebih awet penggunaannya. Sehingga tidak perlu memakai plastik tambahan dari penjual. Ya, walaupun sebenarnya langkah ini cukup menantang, karena tidak setiap penjual di pasar atau warung memahami kalau kita menolak menggunakan plastik yang diberikan. Yang pasti bisa perlahan – lahan dikomunikasikan ya.

2. Meminimalisir limbah minyak goreng bekas. Biasanya setiap rumah tangga suka ada sisa minyak gorengan, sebenarnya kita bisa – bisa saja membuangnya ke saluran air. Tapi hal itu bisa menjadikan saluran air yang ujung – ujungnya ke sungai dan membuat ekosistem sungai menjadi rusak. Lebih baik disalurkan ke instansi pengolahan minyak. Lalu, tetap meminimalisir penggunaan minyak goreng. Pun dengan cara ini akan lebih menyehatkan masakan untuk keluarga. Kalaupun harus tetap menggunakan, usahakan untuk memakai minyak sekali pakai habis, sehingga tidak menyisakan minyak – minyak tersebut dalam jumlah besar.

3. Menggunakan sabun organik yang ramah lingkungan. Saat ini sudah ada produk – produk organik yang ramah lingkungan, walaupun harganya cukup berbeda dengan sabun biasa yang non organik. Tapi dengan langkah ini, kita sebagai ibu rumah tangga bisa membantu melestarikan lingkungan sekitar kita. Hal ini juga untuk anak cucu kita kelak. Masalah harga? Yuk kita alokasikan sedikit demi sedikit.

4. Jika limbah/ sampah rumah tangga yang kita punya sudah banyak, kita perlu mengolahnya. Untuk sampah plastik, bisa kita buat menjadi barang – barang kerajinan seperti anyaman tas plastik atau bisa dipotong – potong kecil lalu dimasukan ke botol menjadi ecobrick. Nah, ecobrick – ecobrick ini bisa nantinya disusun menjadi kursi dan meja yang unik lho. Untuk sampah botol minuman bisa digunakan kembali menjadi pot – pot kecil.

5. Selain itu, untuk sampah sisa makanan bisa kita daur ulang menjadi pupuk organik. Kita memang perlu memisahkan mana sampai organik dan non organik sedari awal, supaya ketika mau mengolahnya lebih mudah.

6. Gunakan botol air minum yang bisa diisi berulang kali. Ini juga cukup membantu supaya kita bisa meminimalisir sampah botol di rumah.
Nah, 6 langkah di atas bisa kita coba di rumah ya Bu.

Mari berperan dalam mengolah sampah rumah tangga supaya ekosistem untuk anak cucu kita tetap terjaga. Selamat berkarya.

 

foto pexels

(Visited 22 times, 2 visits today)

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *